Terjemahan oleh Rudini24
Mampu berkomunikasi dengan orang lain
adalah salah satu dari kemampuan terbaik yang manusia bisa kembangkan. Seseorang
yang mampu secara efektif mengkomunikasikan pikiran, ide, dan perasaan lebih
siap untuk sukses baik dalam pekerjaan dan dalam hubungan pribadi.
Komunikasi yang efektif lebih dari sekedar kemampuan untuk berbicara; tetapi juga kemampuan untuk mendengarkan dan memahami orang lain, untuk “membaca” dan menafsirkan bahasa tubuh dan mengetahui cara terbaik untuk mendapatkan inti secara di seluruh.
Menjadi Pembicara yang lebih baik:
- Perhatikan. Jangan mendominasi percakapan dengan hanya berbicara tentang diri anda. Gunakan pertanyaan untuk mengetahui perasaan atau pendapat orang lain tentang topik yang sedang dibicarakan.
- Berbicara dengan jelas. Jangan menggerutu atau berbicara dari arah berlawanan dengan pendengar. Dan, gunakan kata-kata yang mudah di pahami oleh pendengar.
- Tetap fokus pada pembicaraan. Melakukan hal lain saat anda sedang berbicara, seperti mengetik atau mengerjakan mobil, sampaikan kepada pendengar bahwa anda tidak berfikir bahwa percakapan tersebut perlu di perhatikan, dan hal itu bisa menghambat respon pendengar terhadap apa yang anda sampaikan.
- Singkat. Jangan berlebihan ketika membicarakan sesuatu. Hal itu bisa menyebabkan orang lain kehilangan minat pada percakapan tersebut.
- Belajar untuk “memahami” pendengar. Jika orang tersebut terlihat malas atau tidak nyaman, itu mungkin bukan waktu yang tepat untuk melakukan percakapan. Sarankan untuk melanjutkan percakapan di lain waktu.
- Kurangi gangguan. Jika anda sulit untuk berkonsentrasi karena kondisi lingkungan, pindahlah ke tempat lain atau menjadwalkan untuk berbicara di lain waktu.
- Luangkan untuk mendengar. Jika anda sedang terburu-buru atau tidak punya waktu, biarkan si pembicara tahu dan jadwalkan untuk berbicara di lain waktu. Lebih baik menunda percakapan daripada mengambil resiko mempersingkat percakapan yang penting.
- Belajar menjadi pendengar yang baik. Ulangi apa yang dikatakan oleh pembicara untuk memastikan anda mendengarkan dengan baik. Ini di sebut “reflecting Listening” dan ini di buktikan dengan statement “jika saya memahami anda dengan baik...” reflective Listening memberi kesempatan kepada pembicara untuk mengklarifikasi inti dan memastikan baik pembicara maupun pendengar saling memahami.
- Mendengarkan untuk Memahami. Jika anda tidak memahami apa yang telah di sampaikan, jangan malu untuk bertanya. Lebih baik bertanya untuk mengklarifikasi daripada mengambil resiko salah paham yang akan mengakibatkan permasalahan di masa depan.
- Tunggu Pembicara selesai. Jangan memotong, meskipun ketika pembicar nampak sedang memikirkan apa yang ingin dia sampaikan.
- Perhatikan terhadap apa yang telah disampaikan. Ketika seseorang berbicara, jangan menghabiskan waktu untuk menyusun komentar atau mengerjakan proyek - dengarkan.
- Tetap lakukan kontak mata. Melakukannya menunjukkan bahwa anda tertarik denga apa yang sedang dibicarakan, yang akan mendorong pembicara untuk lebih mengekspresikan dirinya lebih bebas.
Semua orang senang adu pendapat, tetapi pembicara yang baik tahu
bagaimana cara berpendapat yang cukup. Berikut ini adalah beberapa petunjuk
untuk membuat pendapat anda tidak mengalir terlalu jauh.
- Jangan memanggil dengan hinaan. Jangan pernah memanggil lawan bicara dengan nama yang menghina. Cobalah aturan lima-detik di bawah untuk memilih kata yang tepat dan relevan terhadap penolakan.
- Mencoba aturan lima detik. Karena kita terkadang mngatakan sesuatu tanpa memikirkan akibatnya, tunggu lima detik sebelum anda berkomentar terhadap apa yang baru saja di sampaikan. Gunakan waktu ini untuk mengatur dan berfikir apa yang sebaiknya anda katakan.
- Membahas masalah yang di hadapi. Berbicara hanya mengenai inti permasalahan saat ini. Membahas atau terlibat dalam diskusi tentang masalah di masa lalu akan menambah perdebatan semakin panas. Hal ini juga mengubah fokus dari masalah saat ini, yang berarti mungkin tidak akan terselesaikan dan akan menimbulkan masalah lagi.
- Kendalikan amarah anda. Marah adalah emosi yang alamiah, khususnya ketika anda mengalami penolakan. Tetapi jangan biarkan kemarahan anda menjadi ancaman. Jika anda merasa amarah anda mencapai puncaknya, tinggalkan tempat itu secepatnya dan lakukan sesuatu untuk menenangkan diri anda - menghitung hingga 20, jalan cepat atau berolahraga. Jangan menggunakan obat-obatan atau alkohol untuk mengendarai mobil anda menjauhi semua masalah.
- Berbicara dan bertindak dengan menghormati orang lain. Ingatlah dengan siapa anda berargumen. Mungkin saja dia adalah suami/istri atau seseorang yang anda cintai dan pedulikan secara mendalam. Meskipun hal tersebut adalah hal terakhir di dalam pikiran anda ketika anda mendapatkan penolakan, hal ini seharusnya yang pertama.
situs:
www.PRPonline.net
Anda bisa menghubungi ASAP di 916-734-2727
untuk melakukan perjanjian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar