Membahas tentang
sejarah NLP sebenarnya ada banyak versi yang tersebar, baik itu di
buku-buku, internet, maupun di pelatihan-pelatihan.
Karena itu saya akan
menyajikan sejarah NLP menurut dari hasil pencernaanku sendiri.
Kita mulai saya
dengan sosok Richard Bandler yang digambarkan sebagai seorang master
IT dan jago matematika yang tertarik mempelajari psikologi manusia.
Khususnya Psikoanalisa yang dijalankan oleh Fritz perls. Sehingga
pada awal tahun 1970-an dia mengambil kelas khusus yang dijalankan
Fritz Perls untuk mempelajari psikoanalisa tersebut.
Setelah beberapa
kali mengikuti kelas khusus dari Fritz Perls, Richard Bandler merasa
kurang puas dengan hasilnya sehingga dia meminta untuk bisa
menyaksikan Fritz Perls menangani Klien bermasalah.
Dan karena masih
merasa kurang puas dengan hasil pengamatan langsung yang dia lakukan.
Diapun mencoba mempraktekkannya dengan mencari orang lain yang
memiliki gejala symton yang sama dengan Klien yang diatasi oleh Fritz
Perls. Dan melakukan proses psikoanalisa tersebut semirip mungkin
dengan yang dilakukan oleh Fritz Perls. Disini Richard bandler
menyadari bahwa dirirnya memiliki bakat untuk memodeling seseorang.
Namun memang dasar
tingkat kepuasannya sulit untuk terpenuhi sehingga diapun mencari
seseorang yang bisa membantunya membahasakan apa yang dia lakukan.
Karena dia merasa sulit untuk merepresentasikannya dalam bentuk
kata-kata. Istilahnya shi kata-kata tersebut serasa ada di ujung
lidah tapi gak tau mau nyebutnya mesti bagaimana begitu.
kebetulan saat itu
dia juga mengikuti kelas bahasa di Universitas SantaCrus dan mengenal
sosok asisten dosen kala itu bernama John Grinder. Richard menyadari
kemampuan bahasa John Grinder sehingga diapun mencoba meminta bantuan
darinya untuk kendala yang dia hadapi. Untungnya bagi kita, karena
John Grinder menerima tawaran tersebut.
Dengan mendapatkan
bantuan dari seorang pakar bahasa John Grinder, Richard Bandler
kembali bersemangat untuk memodelling cara Fritz Perls mengatasi
kliennya setiap hari senin dan selasa. Dan pada hari rabu dan kamis
dia melakukan hal yang sama dengan orang yang memiliki symton yang
sama dengan klien yang diatasi Fritz Perls sehari sebelumnya. Dan
tentunya kali ini dengan tambahan sosok John Grinder yang
menyaksikannya melakukan hal tersebut.
John Grinder yang
memang seorang pakar bahasa tentu dengan mudah memetakan apa yang
dilakukan Richard bandler dalam susunan kata-kata sehingga bisa
dengan mudah di pahami oleh pembacanya.
Disinilah Richard
Bandler merasa puas dengan hasil yang dia dapatkan dari Fritz Perls,
namun ia masih belum puas dengan hanya memodeling Fritz Perls
mengingat dia memiliki kemampuan memodeling dan mendapatkan bantuna
John Grinder untuk membahasakannya yang tak bisa dia lakukan dengan
kemampuan yang dia miliki saat itu. Karena itu dia memilih untuk
memodeling Virginia satir yang saat itu terkenal dengan kemampuannya
dalam Family Therapy.
Sama ketika dia
memodeling Frits Perls, Richard juga melakukan hal yang sama dengan
Virginia Satir. Dan John Grinder sebagai Pengamat sekaligus dewan
juri yang mencatat dengan terperinci proses therapy yang dilakukan
Richard dengan memodeling Virginia Satir. Disini Richard dan John
Grinder mengakui bahwa Virginia Satir adalah sosok Therapies yang
luar biasa dimana setiap kali dia melakukan therapy, dia selalu bisa
mengarahkan kliennya ke hasil yang dia inginkan. Berbeda dengan Firtz
Perls yang tidak menentukan hasil (target) yang ingin dia dapatkan
dalam proses psikoanalisanya sehingga serigkali obrolan menjadi tidak
terfokus pada masalah klien.
Setelah melakukan
hal tersebut terhadap Virginia Satir, maka Richard pun merasa puas
Maksimal dan dengan bantuan John Grinder merekapun menerbitkan buku
NLP pertama dengan judul The Strucuture of Magic yang berisikan hasil
dari memodiling Fritz Perls dan Virginia satir.
Disini saya kurang
tahu apakah sosok yang bernama Gregori Bateson yang digambarkan
sebagai pembimbing, penasehat, bagi Richard dan John Grinder memang
sudah menjadi penasehat mereka sejak prosen memodeling dua tokoh
therapies di atas atau setelahnya. Tetapi yang jelas adalah bahwa
sosok Gregory Batesonlah yang menyarankan kepada Richard dan Grinder
untuk melakukan hal yang sama yang dia lakukan terhadap Fritz perls
dan Virginia Satir kepada sosok Hypnotherapies jenius kala itu
bernama Miton H. Erickson. Dan dari hasil modeling tersebut terbitlah
buku NLP yang kedua dengan judul The structure of magic II.
Nama NLP sendiri
muncul ketika Richard dan Grinder sedang minum-minum di sebuah bar
dan mendiskusikan nama yang cocok untuk karya mereka berdua.
Disanalah nama Neuro Linguistic Programming muncul pertama kali yang
kemudan disingkat menjadi NLP.
Sejak saat itu
keduanya secara terpisah sering mengadakan seminar dan worksop
tentang NLP. Yang kemudian melahirkan penemu-penemu NLP lainnya yang
memperkaya ilmu di dalam NLP seperti Anthony Robbins, Robert Dills,
Michael Hall, Tad james, dan yang lainnya.
Sehingga muncul
perdebatan untuk menajdikan NLP sebagai hak paten antara Richard dan
Grinder. Perdebatan mereka memuncak dan semakin memanas antara siapa
yang berhak mendapatkan NLP sebagai hak patennya. Sehingga akhirnya
pengadilan memutuskan bahwa NLP adalah milik semua orang. Yang
berarti bahwa NLP adalah juga milik saya, milik anda, milik teman
anda, saudara anda, kerabat-kerabat anda, dan siapaun berhak
mempelajarinya, mempraktekkannya, mengajarkannya, serta
mengembangkannya termasuk saya dan anda.
Dan amat di
sayangkan sejak saat itu tepatnya di tahun 1991 di tahun kelahiran
saya, kedua orang ini, Ricard Bandler dan John Grinder berpisah dan
mendirikin Institusi masing-masing dan mengembangakn NLP
masing-masing sesuai dengan peta mental mereka tentang NLP yang
ternyata jauh berbeda.
Saat inipun saya
sering menjari pengetahuan baru tentang NLP dari kedua sosok ini.
Ilmunya luar biasa untuk di praktekan. Lain kali saya akan coba
menrtransletkan artikel-artikel mereka maupun buku-buku mereka kepada
anda jika saya tidak sedang mengerjakan proyek lainnya.
Dan sesuai hasil
pengadilan tersebut, makas sebenarnya NLP bebas dipelajari oleh siapa
saja dan tak perlu bayar mahal untuk mempelajarinya. Cuman anda tentu
tahu bisniskan. Dan NLP adalah salah satu Ilmu yang paling diburu.
Dan Sertifikat sebagai bukti telah mempelajarinya diburu oleh banyak
orang entah sebagai penambah nilai plus dalam pekerjaannya maupun
ketika melamar pekerjaan.
Yang pasti
Sertifikat inilah yang kita bayar dengan mahal ketika mengikuti
pelatihan NLP tersebut. Karena pada dasarnya ILMU NLP INI GRATIS
KARENA NLP ADALAH MILIK SEMUA ORANG.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar